Kickoff putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan tinggal berjarak 11 hari. Persiapan para kontestan telah mencapai tahap matang. Namun beberapa masih mengalami kendala, baik menyangkut teknis maupun non teknis. Belanda termasuk yang tak terlalu mengalami kendala berarti.
Seluruh pemain utama mereka berada dalam kondisi fit. Tiga pemain utama, jangkar-jangkar lini tengah, Wesley Sneijder, Aarjen Robben dan Mark van Bommel, sedang berada dalam kondisi on fire setelah saling berhadapan di babak final Liga Champions Eropa 2010. "Kami berada dalam kondisi terbaik. Sejumlah pemain yang sebelumnya diragukan karena permasalahan fisik, telah kembali bugar. Kami memiliki kekuatan untuk bersaing dengan tim-tim seperti Brasil, Jerman, Inggris dan Argentina," kata pelatih Belanda, Bert van Marwijk.
Kondisi sebaliknya menyergap Ghana, lawan mereka pada partai persahabatan intenasional, Rabu (2/6) dinihari nanti. Kekuatan The Black Star - julukan tim nasional Ghana - terletak di lini tengah, terutama pada poros utama mereka, Michael Essien. Gelandang Chelsea ini dipastikan tidak akan merumput di Afrika Selatan setelah gagal pulih dari cedera yang membekapnya sejak pertengahan musim 2009-2010 lalu. "Ini merupakan pukulan yang tajam bagi kami," sebut Milovan Rajevac, pelatih Ghana.
Essien sesungguhnya sudah tak memiliki peran yang terlalu besar lagi di partai-partai terakhir babak kualifikasi Zona Afrika. Berkutat dengan cidera membuat namanya dicoret dari daftar pemain, seperti juga dilakukan Carlo Ancelotti di Chelsea. Beban tanggung jawab lini tengah dipikul duo Lega Calcio, Stepen Appiah (Bologna) dan Sulley Muntari (Inter Milan). Namun untuk event sekelas Piala Dunia, peran Essen tetap dibutuhkan. Karena itulah Rajevac menunggu hingga detik terakhir untuk mencoret nama Essien. "Apa boleh buat. Kami berharap banyak tapi dokter tim memberikan rekomendasi berbeda," ucapnya.
Bagi Belanda sendiri, ada tidaknya Essien tak memberi pengaruh signifikan. Van Marwijk memandang Ghana sebagai lawan ideal bagi Belanda yang tergabung di Grup , bersama Denmark, Jepang dan Kamerun. "Ghana seperti pertandingan yang mendekati nyata. Ghana bermain dengan sentuhan teknik cantik, tapi secara umum mereka tidak terlalu jauh berbeda dengan Kamerun," sebutnya.
Pada pertandingan ini sendiri van Marwijk diperkirakan bakal menurunkan "trio final Liga Champions" mereka. Sneijder, Robben dan van Bommel dibangkucadangkan saat Belanda menundukkan Meksiko 2-1 dalam laga ujicoba beberapa hari lalu.
Saatnya Unjuk Gigi
Pada pertandingan lain, favorit juara lain, Portugal akan menjamu Kamerun. Pertandingan ini akan menjadi semacam upaya pelepasan diri dari beban yang kian menghimpit bagi Portugal. Setelah secara memalukan ditahan imbang 0-0 tim liliput Cape Verde, cemooh bertubi-tubi menghantam pasukan Carlos Queros. Juga Ronaldo yang pada pertandingan tersebut dinilai terlalu over acting, sibuk sendiri memamerkan skill tanpa memedulikan kerja sama tim.
Ronaldo, yang masih dipercaya sebagai kapten, telah mengajukan permintaan maaf dan berjanji tampil maksimal untuk membawa kesuksesan bagi Portugal di Afrika Selatan. "Akhirnya kami menyadari betapa berbahayanya sikap seperti itu. Bukan hanya saya, tapi seluruh tim. Kami akan tampil lebih baik. Di putaran final, seluruh negara adalah juara. Kami tidak boleh bermain-main lagi," katanya.
Kamerun mempunyai persoalan yang nyaris sama. Sejak lolos dari kualifikasi Afrika, Singa Afrika ini belum pernah menuai hasil memuaskan dalam pertandingan-pertandingan persahabatan mereka. Kenyataan yang membuat legenda sepakbola Kamerun, Roger Milla, geram dan melontarkan kritik khusus terhadap Samuel Eto'o. Tak dinyana, striker Inter Milan itu merajuk. Eto'o bahkan mengancam tidak akan ambil bagian dalam Piala Dunia. Jika masalah ini tak dapat diselesaikan, maka Kamerun jangan bermimpi dapat mengulang, apalagi melebihi, pencapaian mereka di Piala Dunia 1990.
Referensi : http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=37933:mendekati-nyata&catid=79:bola-mania&Itemid=91
Gerrard: Saatnya Inggris Juara Dunia
Diposting oleh
Dian hermawan.....
, at 00.30, in
Gelandang Inggris Steven Gerrard menyatakan, saat ini Inggris sedang memiliki generasi emas, sehingga mempunyai kesempatan besar untuk menjadi juara dunia di Afrika Selatan.
Gerrard telah menjadi pemain kunci The Three Lions sejak melakukan debut pada tahun 2000. Gerrard sadar Piala Dunia kali ini bisa saja menjadi yang terakhir bagi dirinya, mengingat usianya telah mencapai 30 tahun. Karena itu, ia sangat berambisi bersama Inggris merengkuh trophi Piala Dunia.
“Jika saya ingin memenangi Piala Dunia, maka saya harus mewujudkannya segera,” ujar Gerrard kepada liverpoolfc.tv.
“Saya dalam kondisi bagus, dan saya masih mempunyai waktu lima tahun untuk mendapatkan hadiah tertinggi dalam karir seorang pesepakbola.”
“Saya belum tahu apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya. Tapi saya ingin memberikan segalanya. Kami telah bersama-sama dalam jangka waktu yang lama. Jadi saya pikir tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menjadi juara
“Sekarang adalah saat yang tepat untuk menjadi juara. Ini adalah tim pemenang, dan rasa percaya diri sangat tinggi. Tapi kami masih harus memperbaiki beberapa kekurangan bila ingin mewujudkan ambisi itu.”
Tendangan penalti selama ini menjadi momok menakutkan bagi Inggris di Piala Dunia. Gerrard merupakan salah satu dari tiga pemain yang gagal melakukan eksekusi penalti di perempat-final Piala Dunia 2006 lalu. Kendati demikian, Gerrard menegaskan sudah siap bila ditunjuk sebagai algojo lagi.
“Tentu saja saya siap menjadi eksekutor penalti. Gagal melakukan itu di Piala Dunia 2006 lalu menjadi pukulan buat saya. Namun saya sudah mengesampingkan hal itu,” imbuh Gerrard.
“Sangat tidak mengenakan bila menelan kekalahan. Tapi merasa selalu kalah atas sebuah kegagalan menjadikan kegagalan semakin buruk.”
Referensi : http://www.goal.com/id-ID/news/1369/piala-dunia/2010/06/03/1956245/gerrard-saatnya-inggris-juara-dunia
Gerrard telah menjadi pemain kunci The Three Lions sejak melakukan debut pada tahun 2000. Gerrard sadar Piala Dunia kali ini bisa saja menjadi yang terakhir bagi dirinya, mengingat usianya telah mencapai 30 tahun. Karena itu, ia sangat berambisi bersama Inggris merengkuh trophi Piala Dunia.
“Jika saya ingin memenangi Piala Dunia, maka saya harus mewujudkannya segera,” ujar Gerrard kepada liverpoolfc.tv.
“Saya dalam kondisi bagus, dan saya masih mempunyai waktu lima tahun untuk mendapatkan hadiah tertinggi dalam karir seorang pesepakbola.”
“Saya belum tahu apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya. Tapi saya ingin memberikan segalanya. Kami telah bersama-sama dalam jangka waktu yang lama. Jadi saya pikir tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menjadi juara
“Sekarang adalah saat yang tepat untuk menjadi juara. Ini adalah tim pemenang, dan rasa percaya diri sangat tinggi. Tapi kami masih harus memperbaiki beberapa kekurangan bila ingin mewujudkan ambisi itu.”
Tendangan penalti selama ini menjadi momok menakutkan bagi Inggris di Piala Dunia. Gerrard merupakan salah satu dari tiga pemain yang gagal melakukan eksekusi penalti di perempat-final Piala Dunia 2006 lalu. Kendati demikian, Gerrard menegaskan sudah siap bila ditunjuk sebagai algojo lagi.
“Tentu saja saya siap menjadi eksekutor penalti. Gagal melakukan itu di Piala Dunia 2006 lalu menjadi pukulan buat saya. Namun saya sudah mengesampingkan hal itu,” imbuh Gerrard.
“Sangat tidak mengenakan bila menelan kekalahan. Tapi merasa selalu kalah atas sebuah kegagalan menjadikan kegagalan semakin buruk.”
Referensi : http://www.goal.com/id-ID/news/1369/piala-dunia/2010/06/03/1956245/gerrard-saatnya-inggris-juara-dunia
Reina: Jangan Pergi Gerard
Diposting oleh
Dian hermawan.....
, at 00.28, in
London (ANTARA News) - Penjaga gawang Liverpool, Jose "Pepe" Reina yakin Real Madrid akan berusaha mendapatkan Steven Gerard tetapi penjaga gawang asal Spanyol itu berharap Gerard mengabaikan rayuan kubu Bernabeu.
Sebelumnya santer diberitakan, Gerard akan menjadi salah satu bidikan pelatih baru Madrid Jose Mourinho bersama Frank Lampard dari Chelsea.
"Saya harap Gerard tidak memberikan apa-apa kepada Real Madrid dan ia akan bertahan lama di Liverpool, bahwa ia akan bersama kami sampai akhir karirnya," kata Reina seperti yang dikutip ESPNsoccernet.
"Saya paham sesuatu akan terjadi, bahwa ketertarikan Madrid pada Gerard akan semakin kelihatan karena Mourinho mengenalnya dengan sangat baik dan ia adalah pesepak bola yang bisa bermain di tim mana saja di dunia," lanjut Reina.
"Ia adalah bagian dari kelas elit, bagian dari sepuluh (pesepak bola) terbaik di dunia karena ia adalah pesepak bola yang sangat sempurna. Mari berharap mereka tidak membawanya pergi," kata pria yang disapa Pepe itu.
Referensi : http://www.antara.co.id/berita/1275537804/reina-jangan-pergi-gerard
Sebelumnya santer diberitakan, Gerard akan menjadi salah satu bidikan pelatih baru Madrid Jose Mourinho bersama Frank Lampard dari Chelsea.
"Saya harap Gerard tidak memberikan apa-apa kepada Real Madrid dan ia akan bertahan lama di Liverpool, bahwa ia akan bersama kami sampai akhir karirnya," kata Reina seperti yang dikutip ESPNsoccernet.
"Saya paham sesuatu akan terjadi, bahwa ketertarikan Madrid pada Gerard akan semakin kelihatan karena Mourinho mengenalnya dengan sangat baik dan ia adalah pesepak bola yang bisa bermain di tim mana saja di dunia," lanjut Reina.
"Ia adalah bagian dari kelas elit, bagian dari sepuluh (pesepak bola) terbaik di dunia karena ia adalah pesepak bola yang sangat sempurna. Mari berharap mereka tidak membawanya pergi," kata pria yang disapa Pepe itu.
Referensi : http://www.antara.co.id/berita/1275537804/reina-jangan-pergi-gerard
Simpati Ferdinand Buat Walcott
Diposting oleh
Dian hermawan.....
, at 00.27, in
London - Rio Ferdinand rupanya ikut bersimpati kepada Theo Walcott. Kapten timnas Inggris ini mengaku sempat merasakan seperti yang dirasakan Walcott karena tak masuk dalam skuad Piala Dunia.
Walcott tak dipanggil masuk dalam skuad Inggris setelah pelatih Fabio Capello telah mengumumkan ke-23 pemainnya. Tidak dibawanya winger Arsenal ini ke Afrika Selatan ini cukup mengejutkan.
Performanya dan juga sempat cedera menjadi alasan Capello tidak membawa Walcott. Selain Walcott, Leighton Baines, Adam Johnson, Darren Bent, Scott Parker, Tom Huddlestone dan Michael Dawson juga tak dipanggil Capello.
Ferdinand pun mengaku pernah merasakan hal yang sama saat tak dianggil oleh Kevin Keegan untuk suad Inggris Euro 2000. "Saya juga pernah berada di posisi yang sama seperti Theo sekarang," ujarnya seperti dilansir Sky Sports.
"Saya tidak ingin di Piala Eropa 2000 karena Keegan membiarkan saya. Ini perasaan terburuk di dunia, seperti hancur. Jadi saya bisa mengerti sepenuhnya apa yang dirasakan Theo sekarang dan pemain lainnya," ungkap Ferdinand.
Namun bek internasional Inggris ini mengungkapkan bahwa sejak itu dia bertekad untuk memperbaiki permainannya. "Saya ingin bermain untuk Inggris, tim terbaik dunia. Jadi saya tahu sayaharus bekerja keras," pungkasnya. (key/a2s)
Referensi : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/06/03/105516/1368906/439/simpati-ferdinand-buat-walcott?b99110270
London - Rio Ferdinand rupanya ikut bersimpati kepada Theo Walcott. Kapten timnas Inggris ini mengaku sempat merasakan seperti yang dirasakan Walcott karena tak masuk dalam skuad Piala Dunia.
Walcott tak dipanggil masuk dalam skuad Inggris setelah pelatih Fabio Capello telah mengumumkan ke-23 pemainnya. Tidak dibawanya winger Arsenal ini ke Afrika Selatan ini cukup mengejutkan.
Performanya dan juga sempat cedera menjadi alasan Capello tidak membawa Walcott. Selain Walcott, Leighton Baines, Adam Johnson, Darren Bent, Scott Parker, Tom Huddlestone dan Michael Dawson juga tak dipanggil Capello.
Ferdinand pun mengaku pernah merasakan hal yang sama saat tak dianggil oleh Kevin Keegan untuk suad Inggris Euro 2000. "Saya juga pernah berada di posisi yang sama seperti Theo sekarang," ujarnya seperti dilansir Sky Sports.
"Saya tidak ingin di Piala Eropa 2000 karena Keegan membiarkan saya. Ini perasaan terburuk di dunia, seperti hancur. Jadi saya bisa mengerti sepenuhnya apa yang dirasakan Theo sekarang dan pemain lainnya," ungkap Ferdinand.
Namun bek internasional Inggris ini mengungkapkan bahwa sejak itu dia bertekad untuk memperbaiki permainannya. "Saya ingin bermain untuk Inggris, tim terbaik dunia. Jadi saya tahu sayaharus bekerja keras," pungkasnya. (key/a2s)
Referensi : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/06/03/105516/1368906/439/simpati-ferdinand-buat-walcott?b99110270
Walcott tak dipanggil masuk dalam skuad Inggris setelah pelatih Fabio Capello telah mengumumkan ke-23 pemainnya. Tidak dibawanya winger Arsenal ini ke Afrika Selatan ini cukup mengejutkan.
Performanya dan juga sempat cedera menjadi alasan Capello tidak membawa Walcott. Selain Walcott, Leighton Baines, Adam Johnson, Darren Bent, Scott Parker, Tom Huddlestone dan Michael Dawson juga tak dipanggil Capello.
Ferdinand pun mengaku pernah merasakan hal yang sama saat tak dianggil oleh Kevin Keegan untuk suad Inggris Euro 2000. "Saya juga pernah berada di posisi yang sama seperti Theo sekarang," ujarnya seperti dilansir Sky Sports.
"Saya tidak ingin di Piala Eropa 2000 karena Keegan membiarkan saya. Ini perasaan terburuk di dunia, seperti hancur. Jadi saya bisa mengerti sepenuhnya apa yang dirasakan Theo sekarang dan pemain lainnya," ungkap Ferdinand.
Namun bek internasional Inggris ini mengungkapkan bahwa sejak itu dia bertekad untuk memperbaiki permainannya. "Saya ingin bermain untuk Inggris, tim terbaik dunia. Jadi saya tahu sayaharus bekerja keras," pungkasnya. (key/a2s)
Referensi : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/06/03/105516/1368906/439/simpati-ferdinand-buat-walcott?b99110270
London - Rio Ferdinand rupanya ikut bersimpati kepada Theo Walcott. Kapten timnas Inggris ini mengaku sempat merasakan seperti yang dirasakan Walcott karena tak masuk dalam skuad Piala Dunia.
Walcott tak dipanggil masuk dalam skuad Inggris setelah pelatih Fabio Capello telah mengumumkan ke-23 pemainnya. Tidak dibawanya winger Arsenal ini ke Afrika Selatan ini cukup mengejutkan.
Performanya dan juga sempat cedera menjadi alasan Capello tidak membawa Walcott. Selain Walcott, Leighton Baines, Adam Johnson, Darren Bent, Scott Parker, Tom Huddlestone dan Michael Dawson juga tak dipanggil Capello.
Ferdinand pun mengaku pernah merasakan hal yang sama saat tak dianggil oleh Kevin Keegan untuk suad Inggris Euro 2000. "Saya juga pernah berada di posisi yang sama seperti Theo sekarang," ujarnya seperti dilansir Sky Sports.
"Saya tidak ingin di Piala Eropa 2000 karena Keegan membiarkan saya. Ini perasaan terburuk di dunia, seperti hancur. Jadi saya bisa mengerti sepenuhnya apa yang dirasakan Theo sekarang dan pemain lainnya," ungkap Ferdinand.
Namun bek internasional Inggris ini mengungkapkan bahwa sejak itu dia bertekad untuk memperbaiki permainannya. "Saya ingin bermain untuk Inggris, tim terbaik dunia. Jadi saya tahu sayaharus bekerja keras," pungkasnya. (key/a2s)
Referensi : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/06/03/105516/1368906/439/simpati-ferdinand-buat-walcott?b99110270
Pilihan Pemain Inggris Diragukan Rabu, 02 Juni 2010 | 18:03 WIB TEMPO Interaktif, London - Pemain legendaris Inggris Alan Shearer menyesalkan keputusa
Diposting oleh
Dian hermawan.....
, at 00.26, in
Pilihan Pemain Inggris Paraguayan
Rabu, 02 Juni 2010 | 18:03 WIB
TEMPO Interaktif, London - Pemain legendaris Inggris Alan Shearer menyesalkan keputusan Pelatih Fabio Capello mencoret bintang muda Theo walcott dari Tim Nasional untuk Piala Dunia Afrika Selatan. "Saya terkejut dia tidak dipilih," ujar Mantan Kapten Inggris itu di situs BBC Sport, Rabu (2/6).
Menurutnya, faktor yang mendukung pencoretan sayap Arsenal itu adalah cedera. "Dan itu berpengaruh pada mentalnya," ujar Shearer. Karena terus didera cidera, Walcott, 21 tahun, hanya tampil sebagai starter 15 kali sepanjang musim ini.
Namun, Shearer tidak yakin hal itu berdampak panjang. Pada titik terbaik, dia melanjutkan, Walcott dapat memberikan permainan ciamik bagi Inggris, seperti saat mencetak hatrick ke gawang Kroasia September 2008. "Dia memiliki bakat alami dan masa depan di tim nasional," katanya.
Mantan bek Arsenal Lee Dixon mengatakan faktor usia muda dan kecepatan Walcott yang di atas rata-rata dapat menjadi penolong bagi Inggris.
Pelatih Capello selalu mendengung-dengungkan hanya memilih pemain yang bermain reguler di klubnya. "Dalam hal ini, pemilihan Shaun Wright-Phillips mengejutkan," ujar Shearer.
Pasalnya, Wright-Phillips, yang sama dengan Walcott bermain di sayap kanan, bukan pilihan utama di klubnya, Manchester City. Dia kalah bersaing dengan pemain baru, Adam Johnson, yang malah tidak dilirik Capello.
Pemain lain yang disorot karena bukan merupakan pemain inti di klubnya adalah Emile Heskey dan Stephen Warnock dari Aston Villa, serta Joe Cole dari Chelsea.
Namun Shearer tetap optimis Inggris bakal tampil bagus di Piala Dunia yang akan mulai dalam hitungan 9 hari lagi. "Namun kesempatan tidak besar," ujarnya. Dia memprediksi Inggris bakal menempati urutan 3 atau 4 di bawah Brasil dan Spanyol.
Referensi : http://www.tempointeraktif.com/hg/pialadunia2010_terkini/2010/06/02/brk,20100602-252256,id.html
Rabu, 02 Juni 2010 | 18:03 WIB
TEMPO Interaktif, London - Pemain legendaris Inggris Alan Shearer menyesalkan keputusan Pelatih Fabio Capello mencoret bintang muda Theo walcott dari Tim Nasional untuk Piala Dunia Afrika Selatan. "Saya terkejut dia tidak dipilih," ujar Mantan Kapten Inggris itu di situs BBC Sport, Rabu (2/6).
Menurutnya, faktor yang mendukung pencoretan sayap Arsenal itu adalah cedera. "Dan itu berpengaruh pada mentalnya," ujar Shearer. Karena terus didera cidera, Walcott, 21 tahun, hanya tampil sebagai starter 15 kali sepanjang musim ini.
Namun, Shearer tidak yakin hal itu berdampak panjang. Pada titik terbaik, dia melanjutkan, Walcott dapat memberikan permainan ciamik bagi Inggris, seperti saat mencetak hatrick ke gawang Kroasia September 2008. "Dia memiliki bakat alami dan masa depan di tim nasional," katanya.
Mantan bek Arsenal Lee Dixon mengatakan faktor usia muda dan kecepatan Walcott yang di atas rata-rata dapat menjadi penolong bagi Inggris.
Pelatih Capello selalu mendengung-dengungkan hanya memilih pemain yang bermain reguler di klubnya. "Dalam hal ini, pemilihan Shaun Wright-Phillips mengejutkan," ujar Shearer.
Pasalnya, Wright-Phillips, yang sama dengan Walcott bermain di sayap kanan, bukan pilihan utama di klubnya, Manchester City. Dia kalah bersaing dengan pemain baru, Adam Johnson, yang malah tidak dilirik Capello.
Pemain lain yang disorot karena bukan merupakan pemain inti di klubnya adalah Emile Heskey dan Stephen Warnock dari Aston Villa, serta Joe Cole dari Chelsea.
Namun Shearer tetap optimis Inggris bakal tampil bagus di Piala Dunia yang akan mulai dalam hitungan 9 hari lagi. "Namun kesempatan tidak besar," ujarnya. Dia memprediksi Inggris bakal menempati urutan 3 atau 4 di bawah Brasil dan Spanyol.
Referensi : http://www.tempointeraktif.com/hg/pialadunia2010_terkini/2010/06/02/brk,20100602-252256,id.html
Capello Antikemapanan
Diposting oleh
Dian hermawan.....
, at 00.24, in
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Tidak pernah ada zona kemapanan dalam skuad Inggris selama mereka dilatih oleh Fabio Capello. Capello bisa bersikap kejam terhadap siapa pun, termasuk menyingkirkan Theo Walcott dari skuad Piala Dunia.
Itulah penilaian Rio Ferdinand terhadap pelatih asal Italia tersebut. Sejak Capello menangani "The Three Lions", status kebintangan para pemain langsung disamaratakan. Pemain dengan reputasi besar seperti Walcott sekalipun tidak akan pernah bisa memengaruhi ketegasan Capello dalam memilih pemain.
"Tak seorang pun aman di skuad ini setelah pelatih meninggalkan Theo," ungkap Ferdinand. "Pelatih tidak cemas meninggalkan orang yang memiliki reputasi besar jika dia merasa mereka tidak akan memberi dampak positif untuk skuad. Dia tidak peduli reputasi. Tidak mengejutkan jika seseorang dicoret dari skuad, Wayne Rooney sekalipun."
Penggemar sepak bola Inggris sempat mengernyitkan dahi ketika Capello mencoret Walcott, pencetak tiga gol ke gawang Kroasia pada kualifikasi Piala Dunia Grup 6 zona Eropa lalu. Pergunjingan semakin panas karena Capello justru memilih Shaun Wright-Phillips, yang belakangan justru jarang dimainkan sebagai starter di Manchester City.
Itulah ciri khas Capello, tidak kenal kompromi. Zona kemapanan yang biasa dirasakan oleh pemain paling top di Premier League adalah zona masa lalu. Capello tidak bisa membiarkan pemain bermain buruk ketika diberikan kesempatan dalam beberapa laga.
"Reputasi mungkin hanyalah masa lalu, tetapi pasti sulit menjadi Pelatih Inggris. Anda harus berpengalaman dan punya karakter kuat untuk menghadapi tekanan, dan dia (Capello) menghadapinya dengan cara tepat," tambah Ferdinand.
"Anda tak bisa membatin, 'Jika aku menjalani dua atau tiga permainan jelek, aku masih akan bermain,' yang merupakan sikap beberapa pemain di masa lalu," tegas pemain Manchester United tersebut.
Satu hal lagi, Capello juga tidak pernah menyejajarkan posisinya dengan para pemain. Baginya, pemain adalah orang yang harus menuruti perintah pelatih. Pemain dan pelatih tidak bisa diibaratkan sebagai teman.
"Capello beda dari (Pelatih Chelsea) Carlo Ancelotti," kata gelandang Chelsea, Frank Lampard, pekan lalu. "Capello tegas menyatakan, pelatih ya pelatih, pemain ya pemain. Ancelotti menganggap dirinya sebagai teman bagi pemain." (*)
Referensi : http://bola.kompas.com/read/xml/2010/06/03/14582694/capello.antikemapanan
Itulah penilaian Rio Ferdinand terhadap pelatih asal Italia tersebut. Sejak Capello menangani "The Three Lions", status kebintangan para pemain langsung disamaratakan. Pemain dengan reputasi besar seperti Walcott sekalipun tidak akan pernah bisa memengaruhi ketegasan Capello dalam memilih pemain.
"Tak seorang pun aman di skuad ini setelah pelatih meninggalkan Theo," ungkap Ferdinand. "Pelatih tidak cemas meninggalkan orang yang memiliki reputasi besar jika dia merasa mereka tidak akan memberi dampak positif untuk skuad. Dia tidak peduli reputasi. Tidak mengejutkan jika seseorang dicoret dari skuad, Wayne Rooney sekalipun."
Penggemar sepak bola Inggris sempat mengernyitkan dahi ketika Capello mencoret Walcott, pencetak tiga gol ke gawang Kroasia pada kualifikasi Piala Dunia Grup 6 zona Eropa lalu. Pergunjingan semakin panas karena Capello justru memilih Shaun Wright-Phillips, yang belakangan justru jarang dimainkan sebagai starter di Manchester City.
Itulah ciri khas Capello, tidak kenal kompromi. Zona kemapanan yang biasa dirasakan oleh pemain paling top di Premier League adalah zona masa lalu. Capello tidak bisa membiarkan pemain bermain buruk ketika diberikan kesempatan dalam beberapa laga.
"Reputasi mungkin hanyalah masa lalu, tetapi pasti sulit menjadi Pelatih Inggris. Anda harus berpengalaman dan punya karakter kuat untuk menghadapi tekanan, dan dia (Capello) menghadapinya dengan cara tepat," tambah Ferdinand.
"Anda tak bisa membatin, 'Jika aku menjalani dua atau tiga permainan jelek, aku masih akan bermain,' yang merupakan sikap beberapa pemain di masa lalu," tegas pemain Manchester United tersebut.
Satu hal lagi, Capello juga tidak pernah menyejajarkan posisinya dengan para pemain. Baginya, pemain adalah orang yang harus menuruti perintah pelatih. Pemain dan pelatih tidak bisa diibaratkan sebagai teman.
"Capello beda dari (Pelatih Chelsea) Carlo Ancelotti," kata gelandang Chelsea, Frank Lampard, pekan lalu. "Capello tegas menyatakan, pelatih ya pelatih, pemain ya pemain. Ancelotti menganggap dirinya sebagai teman bagi pemain." (*)
Referensi : http://bola.kompas.com/read/xml/2010/06/03/14582694/capello.antikemapanan
Bikin Frustrasi, Walcott Out
Diposting oleh
Dian hermawan.....
, at 00.23, in
Jakarta, RMOL. Untuk kedua kalinya, Theo Walcott harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia. Fabio Ca¬pello mencoret namanya dari skuad inti Inggris yang baru saja di¬umumkan.
Tercoretnya Walcott ini mem¬buat banyak pihak terkejut. Pa¬salnya, Walcott tampil impresif di babak kualifikasi lalu dan di¬prediksi bakal diangkut Capello ke Af¬sel. Namun nyatanya tidak de-mi¬kian, pelatih asal Italia itu lebih me¬milih dua sayap senior, yakni Joe Cole dan Shaun Wright Phillips.
“Saya sangat kecewa tidak ma¬suk skuad yang akan pergi ke Afrika Selatan, tetapi saya sangat meng¬hormati keputusan Ca¬pello. Saya harap tim men¬da¬patkan keberuntungan terbaik dan mereka akan berhasil di turnamen,” tutur Walcott seperti yang dilansir dari mirrorfootball.com
Walcott pertama kali tampil di Piala Dunia pada 2006 lalu. Secara mengejutkan ia masuk dalam skuad asuhan Sven Goran Eriks¬son. Pemain remaja terse¬but dipilih Eriksson meskipun belum pernah tampil memperkuat Arse¬nal di laga Liga Utama Inggris, da¬n ia akhir¬nya tidak pernah ditu-runkan sekali pun memperkuat Inggris dalam turnamen di Jerman itu.
Banyak pihak yang menga¬ta¬kan bahwa meski tampil impresif saat kualifikasi lalu, tercoretnya Walcott adalah karena dia rentan akan cedera. Sebagai info, di Arsenal musim ini dia hanya tampil sebanyak 23 kali.
Namun, seorang sumber di markas Inggris mengungkapkan bahwa tercoretnya pemain ber¬usia 21 tahun itu karena k¬e¬la¬kuannya yang bikin gerah Ca¬pello. Kabar¬nya, Walcott se¬ring membangkang instruksi yang diarahkan Capello kepa¬da¬nya di setiap pertandingan. Kelakuan Walcott tersebut membuat Capello frustrasi, yang mem¬buatnya membentak Wal¬cott saat Inggris menang 3-1 melawan Meksiko di laga ujicoba.
“Manajer memberi pesan keras kepada Theo di depan kita semua. Tetapi pesan tidak sampai,” ungkap sumber itu.
Capello sebenarnya mem¬be¬rikan kesempatan terakhir ke¬pada Walcott saat Inggris me¬lakukan laga ujicoba melawan Je¬pang untuk menunjukkan bah¬wa dia bisa melakukan apa yang diperin¬tahkan. Namun Walcott be¬lum juga bisa menangkap in¬struksi dari Capello sehingga dia digantikan pada laga tersebut. Dan dengan digantinya dia pada laga tersebut merupakan tanda ka¬lau mimpi Piala Dunia nya telah berakhir.
Selain Walcott, Capello juga mencoret enam pemain lainnya yaitu Darren Bent, Michael Dawson, Tom Huddlestone, Scott Parker, Adam Johnson dan Leighton Baines.
[RM]
Referensi : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/06/03/95045/PIALA-DUNIA-2010-Bikin-Frustrasi,-Walcott-Out
Tercoretnya Walcott ini mem¬buat banyak pihak terkejut. Pa¬salnya, Walcott tampil impresif di babak kualifikasi lalu dan di¬prediksi bakal diangkut Capello ke Af¬sel. Namun nyatanya tidak de-mi¬kian, pelatih asal Italia itu lebih me¬milih dua sayap senior, yakni Joe Cole dan Shaun Wright Phillips.
“Saya sangat kecewa tidak ma¬suk skuad yang akan pergi ke Afrika Selatan, tetapi saya sangat meng¬hormati keputusan Ca¬pello. Saya harap tim men¬da¬patkan keberuntungan terbaik dan mereka akan berhasil di turnamen,” tutur Walcott seperti yang dilansir dari mirrorfootball.com
Walcott pertama kali tampil di Piala Dunia pada 2006 lalu. Secara mengejutkan ia masuk dalam skuad asuhan Sven Goran Eriks¬son. Pemain remaja terse¬but dipilih Eriksson meskipun belum pernah tampil memperkuat Arse¬nal di laga Liga Utama Inggris, da¬n ia akhir¬nya tidak pernah ditu-runkan sekali pun memperkuat Inggris dalam turnamen di Jerman itu.
Banyak pihak yang menga¬ta¬kan bahwa meski tampil impresif saat kualifikasi lalu, tercoretnya Walcott adalah karena dia rentan akan cedera. Sebagai info, di Arsenal musim ini dia hanya tampil sebanyak 23 kali.
Namun, seorang sumber di markas Inggris mengungkapkan bahwa tercoretnya pemain ber¬usia 21 tahun itu karena k¬e¬la¬kuannya yang bikin gerah Ca¬pello. Kabar¬nya, Walcott se¬ring membangkang instruksi yang diarahkan Capello kepa¬da¬nya di setiap pertandingan. Kelakuan Walcott tersebut membuat Capello frustrasi, yang mem¬buatnya membentak Wal¬cott saat Inggris menang 3-1 melawan Meksiko di laga ujicoba.
“Manajer memberi pesan keras kepada Theo di depan kita semua. Tetapi pesan tidak sampai,” ungkap sumber itu.
Capello sebenarnya mem¬be¬rikan kesempatan terakhir ke¬pada Walcott saat Inggris me¬lakukan laga ujicoba melawan Je¬pang untuk menunjukkan bah¬wa dia bisa melakukan apa yang diperin¬tahkan. Namun Walcott be¬lum juga bisa menangkap in¬struksi dari Capello sehingga dia digantikan pada laga tersebut. Dan dengan digantinya dia pada laga tersebut merupakan tanda ka¬lau mimpi Piala Dunia nya telah berakhir.
Selain Walcott, Capello juga mencoret enam pemain lainnya yaitu Darren Bent, Michael Dawson, Tom Huddlestone, Scott Parker, Adam Johnson dan Leighton Baines.
[RM]
Referensi : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/06/03/95045/PIALA-DUNIA-2010-Bikin-Frustrasi,-Walcott-Out
Langganan:
Postingan (Atom)



